Sekarang
izinkanlah saya untuk menyampaikan terimakasih kepada Institut Injil Indonesia
yang telah memberikan hukuman atas pelanggaran yang saya lakukan. Sehingga, satu
tahun masa skorsing tersebut dapat bermianfaat bagi saya sebagai masa koreksi
dan perbaikan diri. Lebih daripada itu, banyak kesempatan untuk saya menambah
pengalaman pelayanan; baik dalam gereja maupun diluar gereja. Bahkan, untuk
menulis buku ini. Mungkin saja, kesempatan ini tidak akan saya dapatkan
seandainya saya lolos dari hukuman tersebut.
Saya
berterimakasih juga kepada Ibu.Erni Takaliuang yang senantiasa memberikan
kekuatan kepada saya ketika mengalami masa berat dalam pembentukan. Tidak hanya
itu, beliau telah memotivasi saya untuk menjadi hamba Tuhan yang berkarya dan
setia dalam pelayanan. Untuk teman-teman yang pernah hidup ber-asrama dengan
saya di I-3, terlebih kepada teman-teman Dikaiosune Class yang dengan setia
menemani saya dalam pembentukan dikelas secara khusus dan saat ini berada di
berbagai tempat di Indonesia untuk melayani Tuhan. Keduanya telah memberikan
banyak pengalaman yang menjadi pembelajaran untuk saya menjadi lebih dewasa
lagi. Tidak lupa juga kepada adik-adik permuridan saya Vedde, Billy, Fernando
dan Kerisman yang tidak pernah lupa memberikan dukungan dan doa. Untuk
adik-adik saya Iin, Kley, Armando, Tya dan sahabat saya Anes, Indra dan Noved. Terlebih
untuk Iin sang pustakawan yang telah menolong mencarikan buku-buku referensi
untuk saya.
Selanjutnya saya berterimakasih juga kepada setiap orang, persekutuan,
radio, sekolah, universitas, yayasan, instansi-intansi pemerintah dan
perusahaan yang pernah saya layani serta menjadi tempat untuk saya meneliti dan
menguji materi tulisan saya. Sehingga, dari pengamatan tersebut banyak bahan
yang saya peroleh untuk menuliskan karya ini, demi pertumbuhan rohani kita
bersama. Terkhusus saya megucapkan banyak terimakasih kepada YPPIIB jayapura
yang menjadi tempat pelayanan saya selama praktek satu tahun, GBI Altar
Tabernakel Glow Fellowship Network Batam, Bitung dan Tomohon yang menjadi
tempat pelayanan saya selama masa skorsing setahun. Terutama kepada anggota SDK saya di Perum
Valencia, Bida Asri I dan II, Batuaji, persekutuan wanita bijak dan pria
diberkati di Batam. Tak lupa juga saya berterimakasih kepada Pdt. Dr. Herby
Pelealu yang telah dengan senang hati menerima saya melayani di gerejanya
sekalipun beliau tahu cacat moral yang saya miliki di I-3. Selain itu, beliau
juga berbaik hati untuk memindahkan saya pelayanan di Tomohon dengan tujuan
menambah pengalaman saya dalam hal bercocok tanam dan membangun rumah Tuhan.
Pengalaman tersebut sangatlah berharga bagi saya. Selain itu, karena banyaknya
waktu kosong yang saya miliki, pada akhirnya memicu minat saya untuk
mengerjakan buku ini.
Tak lupa
juga saya berterimakasih kepada Bpk. Ev. Bertolens Am Abi dan Ibu Perida yang
telah mementori saya selama enam bulan di Tomohon. Banyak teladan yang saya
dapatkan antara lain dalam hal berkotbah, menulis buku, bercocok tanam,
beternak, bekerja bangunan dan mebel. Terlebih lagi telah memasakkan saya
selama enam bulan ini. Salam sayang untuk si Cie bot (Patricia Am Abi) yang
selalu mengganggu saya dalam pengerjaan buku ini, tapi justru menambah
kebahagian karena cerianya dapat mengusir kesunyian kompleks tempat saya
tinggal. Tak lupa juga untuk Pak. Alex dan ibu selaku gembala di Bitung yang
memberikan kepada saya kesempatan berkali-kali untuk saya menyampaikan materi
ini kepada jemaat Tuhan di sana.
Saya
berterimakasih kepada om Wim, om Yance, om Ari, om Che, om Kribo, om Nes, om
Ian, om Tating, om. Alter, om. Andi yang telah membangun Aula gereja di Tomohon
dan telah mengajarkan bahasa daerah Pinaras kepada saya yaitu bahasa Tombuluk,
serta menjadi teman saya bercanda selama bekerja disana. Juga untuk om. Edwin,
om. Manik dan Leo, yang turut ambil andil dalam pembangunan gereja, terkhusus
dalam membuat atap gereja. Satu lagi, terimakasih kepada kak Rian dan Citra
yang sudah mengajari Ba Kanvas.
Saya
berterimakasih untuk keluarga besar saya di Kediri. Anggota Jemaat GTDI
Anugerah di desa Gadungan Kec. Wates, secara keseluruhan yang selalu mendoakan
saya sejak kecil dan merupakan tempat pertama pembentukan saya sebagai hamba
Tuhan. banyak pengalaman yang saya dapat dan banyak kekuatan yang saya peroleh
dari sana. Terimakasih juga kepada keluarga tercinta Mbah Sumini, Pakde Agus
dan Budhe Tri, Om Kris, Paklik Antok dan Bulik Indah, Mas Hendra, Mas Ivan,
Gaby, Nadine, Yosua dan Putri. Saya juga ingin memberikan penghargaan yang
tinggi untuk kedua adik saya Bagus dan Titus yang selalu membuat saya rindu
untuk pulang dan jalan-jalan bersama.
Terimakasih
juga kepada teman dekat saya, yang saya kasihi dan mengasihi saya serta selalu
ada untuk saya baik saat senang maupun sedih, yang selalu memberikan dukungan
untuk penulisan buku ini dan selalu percaya bahwa hidup saya bisa menjadi lebih
baik. Terutama memberikan motivasi, inspirasi dan kado ulang tahun terindah
yaitu “pesan untuk melakukan apa yang
salah tulis.” Selanjutnya terimakasih yang tak terukur kepada orang tua,
mentor, motivator, konselor, pasture, dan sekaligus sahabat yang selalu ada untuk
saya yaitu ayah saya Pdt. Filipus Budi Hari dan ibu saya Pdt. Pirwardani yang
selalu ada untuk saya dan mengasihi saya dengan kasih tanpa syarat dan tanpa
Batas.
Pada
akhirnya saya dapat menghela nafas lega, karena kesalahan saya telah tertebus
dengan terbitnya buku ini. tak dapat dipungkiri bahwa hadirnya buku ini
terlebih dahulu menguliti kebusukan saya dan kebobrokan hidup saya. Hidup yang
tidak sesuai dengan tujuan Ilahi Sang Pencipta; Hidup yang dipenuhi kebusukan
dan kejijikan, yang membuat lingkungan saya tercemar; Hidup yang tak berbuah
dan membuat orang tidak menikmati hidup rohani saya. Oleh karena itu, saya akan
berusaha sebaik mungkin untuk menerapkan apa yang saya tulis, dan besar harapan
saya bagi anda sekalian untuk berkerinduan sama dengan saya. Tuhan Yesus
memberkati.
Tomohon, 14 Juli 2015
Louis Budi Prasetyo,
No comments:
Post a Comment