Saya akan
berusaha memaparkan maksud Firman Tuhan ini dengan baik, disertai dengan
beberapa kasus nyata yang pernah terjadi di dunia ini. Jangan heran, jika dalam
beberapa bagian pada tulisan ini saya mengutip dari media massa yang meliput
kejadian nyata di sekitar kita. Metode ini didasarkan pada keyakinan saya yang
berkata,”belajarlah mulai dari hal
terkecil di sekitar anda, maka anda akan menjadi bijak.” Selain itu, saya
juga setuju dengan dosen Hermeneutik saya yang berkata,”Taruhlah Alkitab di tangan kanan, dan koran di tangan kiri Anda.”
Artinya relevansikan kebenaran Firman Tuhan itu ke zaman sekarang supaya orang
mudah memahaminya.
Saya juga
akan berusaha semudah mungkin menjelaskan maksud dari prinsip-prinsip Kristiani
yang terdapat dalam Alkitab. Saya tidak ingin ketika anda membaca buku ini,
justru anda terperangkap kedalam hutan belantara yang membingungkan, sehingga
kebenaran yang hakiki itu tidak anda pahami apalagi melakukannya. Saya setuju
dengan Paulus yang berkata,”Tetapi dalam
pertemuan Jemaat aku lebih suka mengucapkan lima kata yang dapat dimengerti
untuk mengajar orang lain juga, dari pada beribu-ribu kata dengan bahasa roh.”
Saya
sangat antusias akan begitu pentingnya menuliskan karya mengenai kehidupan
Kristen yang bertumbuh dengan judul “Pribadi yang Berkualitas” yang mana,
melalui penulisan ini saya berharap orang percaya tidak terkungkung dalam
kehidupan Kristen yang busuk dan gelap; yang tidak berguna bagi Allah dan
sesama ataupun justru menjadi batu sandungan dan meracuni hidup bagi orang
lain. Setidaknya, sekalipun kita sudah diselamatkan oleh darah Kristus, bukan
berarti kita dapat menggunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk berbuat
dosa melainkan justru kesempatan untuk memuliakan Tuhan melalui kehidupan kita
dengan mengerjakan keselamatan itu. Dengan demikian, maka kita akan mampu
meninggalkan kehidupan kita yang busuk, penuh lalat dan tidak disukai oleh
sesama terlebih Tuhan. Setelah itu, kita akan menghasilkan buah yang dapat
dinikmati dan memiliki dampak bagi kehidupan orang lain untuk berbuah juga.
Lebih daripada itu, saya menulis buku ini karena dorongan dalam hati
nurani saya yang paling dalam, merasa tidak nyaman. Oleh karena, belum maksimal
dalam menyampaikan Firman Tuhan di beberapa tempat yang pernah saya layani
seperti halnya di Batu, Kediri, Jayapura, Batam dan Manado. Pelayanan saya yang
masih berpindah-pindah seringkali membuat materi yang saya sampaikan terputus.
Mudah-mudahan melalui buku ini mata rantai yang terputus tersebut dapat
terlengkapi dan membuat jemaat semakin dewasa dalam iman.
No comments:
Post a Comment