Tuesday, 28 July 2015

metode penulisan

         Saya akan berusaha memaparkan maksud Firman Tuhan ini dengan baik, disertai dengan beberapa kasus nyata yang pernah terjadi di dunia ini. Jangan heran, jika dalam beberapa bagian pada tulisan ini saya mengutip dari media massa yang meliput kejadian nyata di sekitar kita. Metode ini didasarkan pada keyakinan saya yang berkata,”belajarlah mulai dari hal terkecil di sekitar anda, maka anda akan menjadi bijak.” Selain itu, saya juga setuju dengan dosen Hermeneutik saya yang berkata,”Taruhlah Alkitab di tangan kanan, dan koran di tangan kiri Anda.” Artinya relevansikan kebenaran Firman Tuhan itu ke zaman sekarang supaya orang mudah memahaminya.
         Saya juga akan berusaha semudah mungkin menjelaskan maksud dari prinsip-prinsip Kristiani yang terdapat dalam Alkitab. Saya tidak ingin ketika anda membaca buku ini, justru anda terperangkap kedalam hutan belantara yang membingungkan, sehingga kebenaran yang hakiki itu tidak anda pahami apalagi melakukannya. Saya setuju dengan Paulus yang berkata,”Tetapi dalam pertemuan Jemaat aku lebih suka mengucapkan lima kata yang dapat dimengerti untuk mengajar orang lain juga, dari pada beribu-ribu kata dengan bahasa roh.”
         Saya sangat antusias akan begitu pentingnya menuliskan karya mengenai kehidupan Kristen yang bertumbuh dengan judul “Pribadi yang Berkualitas” yang mana, melalui penulisan ini saya berharap orang percaya tidak terkungkung dalam kehidupan Kristen yang busuk dan gelap; yang tidak berguna bagi Allah dan sesama ataupun justru menjadi batu sandungan dan meracuni hidup bagi orang lain. Setidaknya, sekalipun kita sudah diselamatkan oleh darah Kristus, bukan berarti kita dapat menggunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk berbuat dosa melainkan justru kesempatan untuk memuliakan Tuhan melalui kehidupan kita dengan mengerjakan keselamatan itu. Dengan demikian, maka kita akan mampu meninggalkan kehidupan kita yang busuk, penuh lalat dan tidak disukai oleh sesama terlebih Tuhan. Setelah itu, kita akan menghasilkan buah yang dapat dinikmati dan memiliki dampak bagi kehidupan orang lain untuk berbuah juga.
         Lebih daripada itu, saya menulis buku ini karena dorongan dalam hati nurani saya yang paling dalam, merasa tidak nyaman. Oleh karena, belum maksimal dalam menyampaikan Firman Tuhan di beberapa tempat yang pernah saya layani seperti halnya di Batu, Kediri, Jayapura, Batam dan Manado. Pelayanan saya yang masih berpindah-pindah seringkali membuat materi yang saya sampaikan terputus. Mudah-mudahan melalui buku ini mata rantai yang terputus tersebut dapat terlengkapi dan membuat jemaat semakin dewasa dalam iman. 

No comments:

Post a Comment